Selasa, 31 Januari 2012

Yippiee!

Yippiee! 

Ternyata lebih mudah menulis cerita anak. ehehehe... 
dibanding nulis cerpen/puisi/novel dewasa. weekeke... 
ahh, jadi pengen fokus di penulisan bacaan anak aja. 
biar bahasanya simpel, ga perlu pake bahasa yang melangit. 
hihii... :D

Sabtu, 28 Januari 2012

Borongan Naskah Lolos Event



Bismillah...
Ada beberapa hal yang tak sesuai inginku, tapi Dia memberi hal lain agar aku tersenyum setelahnya. :)

Beberapa naskah yang aku kirimkan untuk event-event nulis akhirnya menemu takdirnya masing-masing. Sebagai dokumentasi pribadi, aku ambil screenshot pengumumannya :D
List naskah:
  1. project aku dan idolaku (pengumuman di sini
  2. event aku anak rantau (pengumuman di sini)
  3. event pejoba - pendamping surga (pengumuman di sini)
  4. event ayo nikah( pengumuman di sini)
  5. audisi menulis jonru(pengumuman di sini)
  6. event ultah Grup Untuk Sahabat(pengumuman di sini)
  7. puisi lembaga bhineka(pengumuman di sini)
  8. event teras- pahlawan sejatiku (pengumuman di sini)
  9. event teras - resolusiku(pengumuman di sini)
Alhamdulillah, banyak yg lolos. Meski bagiku, menulis hanya menuangkan unek-unek. karena kepalaku sedang penuh dengan banyak hal  yang membuat stress. mungkin karena itu naskah audisi jonru pun lolos tanpa revisi sama sekali. terbukti menulis sarana efektif untuk membuat pikiranku tetap jernih. :)

 Aku dan Idolaku -masuk 35 besar
Aku Anak Rantau- masuk 25 besar

Calon pendampung surga

pahlawan sejatiku-event teras
35 besar event puisi lembaga bhineka
pemenang favorit-event teras "resolusiku"

Minggu, 22 Januari 2012

Euforia Sastra Instan

Bismillah...

Lagi pengen cuap-cuap sedikit, semoga bisa melegakan hati. ;p 
Dari kemarin ribut bahas ini sama temen. hihi... 

Pertama kali ikutan antologi, tujuan awal bukanlah untuk mencari nominal rupiah. bukan. sama sekali bukan. tapi alasannya adalah: saya sedang belajar menulis lagi,setelah 2 tahun vakum nulis di blog. 

simpel sebenarnya, untuk alasan ini, saya harus belajar nulis lagi mulai dari nol. 
bagaimana memulai menulis pembuka sebuah tulisan, bagaimana bisa bercerita dengan nyaman tanpa merasa ada stalker di luar yang diam-diam mematai gerak gerik saya, dan bagaimana-bagaimana yang lainnya. :))

Bagaimana untuk tahu kualitas tulisanku sudah kembali seperti semula? atau bahkan lebih baik lagi kualitasnya? tentu harus  ada indikator keberhasilan. yaitu : lolos antologi/lomba/GA(misal). nah, indikator inilah yang membuat saya bersemangat nulis. jadi tahu kan kualitasnya? jadi bukan nominal yang dicari. kalo mau kaya, ya dagang. bukan nulis. :p itu sudah pakem dari jaman dulu deh kayaknya :))

Lalu ketika sekarang ramai sekali antologi-antologi bertebaran dimana-mana, saya jadi makin tahu kualitas saya bagaimana. :D 
Mungkin masih mentok di situ saja, ga naik-naik levelnya. 
Entah, hihi... Soalnya kemarin-kemarin ikutan lomba yang pesertanya sampai 300-400 orang, ga nyangkut-nyangkut :p (emang layangan?)

Euforia Sastra sedang membanjiri ranah sastra sekarang. Keren ya, banyak orang berlomba-lomba untuk giat menulis. Saya membayangkan kalau ini terjadi sampai ke taraf yang lebih intens lagi. Saat itulah, makin banyak lomba makin banyak bibit penulis baru yang bermunculan.

Tak percaya? Lihat statistika ini :
  1. Lomba FTS curcol 110 diambil 15 saja 
  2. Lomba cerpen akhir tahun peserta 1240 orang diambil 3 besar (ini fantastis!)
  3. Lomba FTS matematika  peserta 294 orang diambil 53 orang
  4. Lomba cerpen romantis peserta 261 orang diambil 30 orang
  5. Lomba kebaikan yang menginspirasi 160 an orang diambil 30 orang
  6. Lomba bentang 400 an naskah yg masuk diambil 10 saja 
  7. event dearmama naskah yang masuk 450 an jadi 9 buku (wow! mantap!)
Dan event-event lainnya.:D 

Sampai saya kadang puyeng juga liat nama bertebaran di sana. haha... pusing O_o

Yang pasti, semakin banyak lomba, semakin bergairah sastra kita. Meski ada kawan di kanal K.com yang menyindir kalau ini sastra instan. hei, tak apa kan? namanya juga belajar. :P 

Eh, kalau ini beneran kejadian, sastra tak lagi semenakutkan yang saya bayangkan dulu. Bahwa sastra harus mengikuti pakem-pakem yang ada. Iya, memang. Tapi , kan bisa belajar pelan-pelan ya? yang penting ada niat dulu untuk nulis. Proses selanjutnya, silahkan belajar lebih banyak untuk meningkatkan kualitas. ;D

Semoga sastra-sastra yang katanya instan itu bisa mewarnai negeri ini ,juga bisa menjadi langkah awal  agar sastra lebih membumi di masyarakat. Juga semoga pemandangan orang membaca buku di bus atau kreta bukanlah pemandangan asing lagi. Bukankah penulis juga butuh membaca untuk menambah kosakatanya? Ya begitulah... :D

210112, 23:11


Rabu, 18 Januari 2012

Antologi ke-19 ~ Puisi Adalah Hidupku

Bismillah...

Alhamdulillah dapat kabar baik. ^^
Puisiku yang dulu diikutkan di event Mba Dhee Shinzy sudah terbit. 

Taraaaaa, ini surprise! 

Ini puisi galau pertamaku, wekeke... Dikerjain pas malam deadline! :))
Di buku ini juga ada puisi temanku di Smp , hihi... Bareng Indra. Kita berdua absen namanya berurutan pas di kelas. Di buku ini juga. Hihii.. Gak nyangka aja bisa sebuku. :D
Juga sebuku dengan teman-teman grup yang wow, amazing! 
Karena mereka-lah, aku bisa belajar menulis puisi :">

Thanks for everything, all...^^
Bersama kalian-lah aku bertumbuh menjadi lebih baik. 
Semoga berkah ^_^

======================================================

Buku Kumpulan Puisi "Puisi Adalah Hidupku"

Buku Antologi ke-19 :D

Judul buku: Puisi Adalah Hidupku

Penulis: Dhee Shinzy Y. dan 100 penyair (nama 100 penyair ada di belakang cover)
Jenis buku: Antologi puisi
Penerbit: Leutika Prio
Tebal: 221 halm.
Harga: Rp. 45.400;

Silakan sms 082138388988 atau inbox fb Leutika Prio untuk pemesanan.

Tulis nama/alamat/kodepos/
jumlah/judul buku yang dipesan. atau untuk wilayah Bandung bisa dikolektfi oleh Dhee Shinzy Y. GRATIS ONGKIR SELURUH INDONESIA UNTUK PEMBELIAN MINIMAL 90.000;
..........................
....................................
"100 Puisi karya 100 anak bangsa. Persembahan cinta untuk dia yang memiliki kelembutan hati, kelunakan jiwa, keanggunan berpikir dan keindahan dalam bertindak. Dia adalah orang yang memiliki kepekaan luar biasa terhadap segala intrik kehidupan. Karena puisi menjadi falsafah hidupnya setiap saat."

Nama-nama penulis dan judul puisi:


Puisi Adalah Hidupku


1. Inilah aku dengan caraku (Tri Hastuti)

2. Puisiku, Obat Hatiku (Ghiyats Ramadhan)
3. Puisi Dawai Hati (Harlis Setyowati)
4. Sebab Puisi; Aku Mencari Jiwa di Lorong Waktu (Aa_Kaslan)
5. Ini Puisi (Chika Rei)
6. Sepotong Kata (Dafriansyah Putra)
7. Dia, puisi (Leni Nur Hikmah)
8. Pelabuhan Kedua (Kurnia Hidayati)
9. Harapan (Muhammad Abdurrahman)
10. Aku dan Selma (Tin Winardi)
11. Untaian Kata Bukan Fatamorgana (Asysyifa Azzam)
12. Bingkai Syahdu Puisi (Zahara Puteri)
13. Angin Kasmaran (Zahra Zhou)
14. Meniti Ruh Berjuang (Zya Verani)
15. Abang, Kenapa Kita ‘gak Nikah Aja Si… (Fauziah Muslimah)
16. Tanpamu Apa Artinya Hidupku (Asni Ahmad Sueb)
17. Kalbu Tak Sembarang Waktu (Abdullah Kholil)
18. Purnama di matamu, Ayah (Imam Apriansyah)
19. Bersamamu; Waktu (Padina Dariyanti)
20. Retak (Syarifah Bachrum)
21. Dalam Puisi (Zahra Qomara)
22. Keluh Rindu (Diki Elfira Martianingsih)
23. Kelabu Jingga (Iradati Rabbil Izzati)
24. Bait-bait Luka (Aiman Bagea)
25. Kasturi (Windu Mandela)
26. Kau, Hati yang Terdalam (Tubagus Rangga Efarasti)
27. Malam Untuk Bunda (Nur kamala sari)
28. Pada Kata… (Itsuki Nurmani)
29. Adegan (Agus Dwi Rusmianto)
30. Secarik Puisi Untuk Puisi (Nurhayani Nasution)
31. Kubalut Luka dengan Goresan Tinta (Maesaroh)
32. Serpihan Buih (Leily Nirwani)
33. Puisi Dara Anak Bunda (Ivo Feorentina)
34. Kepergianmu (Auni Nafeesah)
35. Puisiku,Bahasa Hatiku (Chandra Ayudiar Arie)
36. Rintihan Sang Pengagum (Muhammad Ery Zulfian)
37. Merajut Bahagia Bersama (Febri Mira Rizki)
38. Cahaya-Mu di Waktu Pagi (Karzel Syifa)
39. Ini (bukan) puisi (Maulana Sidik)
40. Enigma Rasa (Nyi Penengah Dewanti)
41. Jeritan Jiwa (Irfan Prasetya Yoga)
42. Rangkaian Pemulih (Mustika Ayu Puspitarani)
43. Puisi Putus Cinta (Tayana Mi’an)
44. Aku, Senja, dan Puisi (Suryaningrum Ayu)
45. Cinta, dalam Puisi (Nita Inara)
46. Mantra Luka Hati yang Menyala (Nawang Wulandari)
47. Sajak Bisu (Ika Al Wachidah)
48. Kata Di Ambang Masa (Vindy Putri)
49. Demikian Kita Lahir Sebagai Sepasang Kawan (Lasinta Ari Nendra Wibawa)
50. Diorama, Dialog Dua Hati (Jef Kenzie)



Dia Telah Memilikinya


1. Majnunku (Ummu Fatimah Ria Lestari)

2. Cinta yang Hakiki (Yudo Raharjo)
3. Putri, Jangan Menangis… (Astuti Lia Nugraheni)
4. Bersatu Dalam Cinta (Nenny Makmun)
5. Mencintaimu Tanpa Batas Waktu (Eka Restu Anggraeni)
6. Aku Saja (Ulya Uhirayra)
7. Demi Cinta Buat Seroja (Ahmad Shofyadi)
8. Jiwa Ini Meradang, Olehmu (Fransiska S Manginsela)
9. Bukan Aku (Mezia Kemala Sari)
10. Elegi Tiga Hati(Amma O’Chem)
11. Really Missing You (Ila Rizky Nidiana)
12. Kertas Lecek (Indra Lastiono)
13. Hati (Maharanisyah)
14. Faktanya Adalah… (Neny Silvana)
15. Jadikan Aku Pengantinmu (Asya Ran)
16 Diantara Khawatir dan Cemburu (Tirta Haria G)
17 Pada Sebuah Kenangan (Ade SM)
18 Jangan Cemburu… (Ayu Wulan R.)
19 Hati Keentah (Suhe Herman)
20 Embun, Obat Jiwa Racun Juga (Ahmed Ghoseen Al-Qohtany)
21 Rizkinya; Bukan Aku (Lina Astuti)
22. Apa yang Mesti Dihadapkan? (Rian Ibayana)
23 Cinta diam-diam (Ibeth Beth-i)
24 Kristal Tajam (Khairi Muhdarani)
25 Aroma Rasa (Lisna Nur Chairunnisa)
26 Sebongkah Hati (Popy G. Putri)
27 Mozaik (Afif afandi)
28 Petir Tanpa Hujan (Tetra Senja)
29 Bisikan Lembut Angin (Chinta Syahreza)
30 Mata Elang (Fath WS)
31 Kesenduan Hati (Vera Astanti)
32 Kurayu Tuhan, Menjagamu (Fanny Yanuarika Saputri)
33 Lara (Windy Asriani)
34. Yangbah (Antara Aku dan Soulmate)~(HW Prakoso)
35. Kuatkan Aku (Iis Aisyah)
36. Sekarat Cinta Kita (Rosikhul Iman)
37. Pelabuhan Sunyi (Syifa Nur Afif Giarsyah)
38. Sesak Terserak Retak (Tubagus Rangga Efarasti)
39. Kubenci Kamu dengan Cintaku (Fahmi Rahmina)
40. Dekapan Penuh (Fairuz Zamzami)
41. Ada Tak Nyata (Siti sarah Rahayu)
42. Lingsir Wengi (Adi Saputra)
43. Sebab Cinta (Suparno)
44. Terlambat atau Tersesat (Toni N)
45. Cinta Bertaut Asa (Nurlaili Sembiring)
46. Aku Cukup Bahagia (Adliya Eka Putri)
47. Origami (Aia)
48. Cinta dalam Kebisuan (Alberta Angela)
49. "Indah Namun Tidak Dalam Fitrah" (Opik Hidayat)
50. Dilema (Alin You)

Selasa, 17 Januari 2012

Pre-Order Buku "Dalam Genggaman Tangan Tuhan"

Pre-Order Buku "Dalam Genggaman Tangan Tuhan"

Kesempatan emas ini hanya sampai 31 Januari 2012.

Buku pertama WR yang dicetak Nasional "Dalam Genggaman Tangan Tuhan" akan terbit awal Maret 2012. Semua kontributor dan warga WR bisa memesannya pre-order dengan diskon yang menarik.

Semua pembelian pre-order BEBAS ONGKOS KIRIM ke seluruh Indonesia.

Harga buku: Rp 45 ribu
Tebal: 300-an halaman

Adapun klasifikasi pembelian pre-order:
  • 1 eksemplar = Rp 45 ribu (hemat ongkos kirim Rp 15 ribu)
  • 2 eksemplar = Rp 70 ribu (hemat Rp 35 ribu)
  • 3 eksemplar = Rp 95 ribu (hemat Rp 55 ribu)
  • 4 eksemplar = Rp 125 ribu (hemat Rp 70 ribu)
  • 5 eksemplar = Rp 150 ribu (hemat Rp 90 ribu)
  • 6 eksemplar = Rp 180 ribu (hemat Rp 105 ribu)

Cara pemesanan pre-order:
#Transfer jumlah uang sesuai dengan jumlah pemesanan buku seperti di atas
ke no. rek. berikut ini:
  • BCA:  2200-451-972 *Joni Lis Efendi, Cabang Pekanbaru.
  • BANK MANDIR: 108-00-11234-359 *Joni Lis Efendi, Cabang Pekanbaru.
  • BNI: 023-9924-067 *Joni Lis Efendi, Cabang Pekanbaru.
  • BSM/Bank Syariah Mandiri:  095-7046-370 *Joni Lis Efendi, Cabang Pekanbaru.
#Kemudian kirim alamat lengkap dan scan/foto bukti transfer (dalam LAMPIRKAN FILE, klik tanda klip kertas) di inbox FB: Joni Lis Efendi WR.
#Mohon mencantumkan alamat lengkap (nama jalan, nomor rumah, RT/RW, kelurahan, kecamatan, kota/kabupaten, provinsi dan kode pos). Jika kiriman "retrun" alias balik alamat, maka biaya pengiriman ulang dikenakan sepenuhnya kepada pemesan.

Catatan:
  • Semua kontributor akan mendapatkan royalti 10% dari harga buku.
  • Dari jumlah royalti tersebut dibagi 80% untuk semua kontributor buku "Dalam Genggaman Tangan Tuhan". Sedangkan 20% lagi untuk beasiswa belajar menulis, hadiah lomba, dan biaya event menulis seperti Kopdar dan seminar menulis di daerah-daerah.

Berikut ini nama-nama kontributor buku Dalam Genggaman Tangan Tuhan:

  1. Addien Sjafar Qurnia
  2. Adriana Tjandra Dewi
  3. Ahmed Ghoseen Al-Qohtany
  4. Aida Roselina
  5. Aisiyah Aztry
  6. Alina Shita
  7. Alin You
  8. Ana Khairina
  9. Andri Surya
10.  Annisa Rona
11.  Anung D’Lizta
12.  Aoi Azzahra
13.  Arifah Dwi Palupi
14.  Arista Devi
15.  Astriana Krisma Risky
16.  Ayna Wardhani
17.  Chinglai Li
18.  Cicik Sri Winarti
19.  Dede Yunita Putri
20.  Destiarny Educoach
21.  Dewi Anita
22.  Deva Del Amor
23.  Dewi Damayanti
24.  Dheera Loph Carismamu
25.  Dinda Lyena
26.  Dyah Sugesti Weningtyas (FB diganti)
27.  Elly Afsheen
28.  Eko Wardaya
29.  Endang Ssn
30.  Endah Tri Anomsari
31.  Erlinda Jilly Madhan
32.  Evi Andriani
33.  Fath WS
34.  Hylla Shane Gerhana
35.  Ica Alifah
36.  Ida Silvia
37.  Ikha Altafunnisa
38.  Ila Rizky Nidiana
39.  Indah Puspitasari
40.  Inggar Saputra
41.  Iyo Yanuar
42.  Jacinda Malya Zita Daksayini
43.  Jioo ErHyria
44.  Karin Safarynie
45.  Katrin Pepita
46.  Kavita Siregar
47.  Kinoy Raomi
48.  Laila Syifa
49.  Launa Zidka
50.  Maghfiroh Az-Zahrah
51.  Mardiana Kappara
52.  Mariatul Kibtiah
53.  Merry Wulan Uchan
54.  Mezia Kemalasari
55.  M.Qurrota A’yun
56.  Murhijriatul Muslim
57.  Mustika Wildasari
58.  Neny Makmun
59.  Nika Fauzy
60.  Nindy Amadeo Cey
61.  Nunu Amir
62.  Nurhikmah Taliasih
63.  Nurlaili Sembiring
64.  Nurqonaah Afnaan
65.  Nyi Penengah Dewanti
66.  Okti Li
67.  Petra Shandi
68.  Phoenix Wibowo
69.  Poery Permata
70.  Prima Sagita
71.  Pujia Achmad
72.  Purba Sari
73.  Putri Utami
74.  Qorri Aina
75.  Raldina Asdyanti
76.  Rahmatika Choiria
77.  Ratih Hayu Kinasih
78.  Retno Handini
79.  Rheaf Ayu
80.  Rik Sjp
81.  Riri Maretta
82.  Rini Ristanti
83.  Rizki Muliani
84.  Rurin Kurniati
85.  Ryvannafiza
86.  Sabil Ananda
87.  Saepullah
88.  Saiful Anwar
89.  Sandza
90.  Sarni Al-Boegisy
91.  Seruni Nurul Qalbi
92.  Siska Yuniati
93.  Sri Wahyuti
94.  Sucianik
95.  Sugeng Santoso
96.  Sundus Afifah
97.  Taufiqurrahman Hariri
98.  Teh Seruni
99.  Tina Yanesh
100. Tiya Radam
101.  Ugahari Nurul
102.  Va Ayana Lubis
103.  Vanie Muslimah
104.  Vera Astanti
105.  Viona Novelia
106.  Virisa
107.  Wahyu Ekasari Nugraheni
108.  Wangi Kesturi
109.  Yeti Islamawati
110.  Yosi Nursanti
111. Yulia Wardani
112. Yulina Trihaningsih
113. Yusuf Ichsan Ats Tsaqofy
114. Yuventia Tunda Reka Anggita
115. Zahra Qomara

*Bagi yang ada perubahan nama silakan komen di sini.

Senin, 09 Januari 2012

Lolos Beasiswa Workshop Various Picture Book Class

pengumuman lolos beasiswa workshop :D


Bismillah...

Alhamdulillah, siang tadi dapet kabar gembira. Alhamdulillah, salah satu aplikasi beasiswa workshop menulisku masuk. Hehe... Senenggg bangettt! ^^

Dari empat yang kukirim, aplikasi skenario dan diary chicken soup-ku ga lolos. Yang lolos di workshop various Picture Book. Hehe. Alhamdulillah, ini seperti yang sangat-sangat aku inginkan. Karena pic-book masuk ke resolusiku tahun ini. :D 

Makasih doanya ya, teman-teman...^_^

Sepertinya karena aku sudah masuk  kelas pic-book. Artinya ga boleh masuk kelas nonfiksi. :)) Yaudah deh, hehe :D InsyaAllah lebih dioptimalkan di pic-book-nya. Karena tanpa mentor, pic-book susah(kalo menurutku). 

Untuk yang mau ikutan juga, masih ada kesempatan. 1 kelas hanya dibatasi 10 orang saja. 
Ada 2 kelas yang masih menerima pendaftaran. Silahkan barangkali berminat kirim aplikasinya :D

Klik aja di kelas nonfiksi (paling lambat tgl 10 jam 12:00) 
dan kelas cerita anak (paling lambat tgl 9 jam 23:59)

Oya, sekedar bocoran, bisa dibaca di sini(klik) untuk tau kelebihan buku nonfiksi dan segmentasi pasarnya yang sangattt luas. Dan juga cerita anak di sini (klik) untuk tau seperti apa cerita anak yang baik. 

Manfaatkan kesempatan, karena kesempatan tak datang dua kali dalam hidup kita. Silahkan dicoba. ^^


090112, 15:44

Sabtu, 07 Januari 2012

Antologi ke-18 : NYALA

Antologi ke-18 : Nyala-When The Dreams Come True

Alhamdulillah, dapet kabar baik tengah malam gini,hehe :D 

Naskah yang dulu buat ikutan Giveaway Make That Change-nya mbak Hannyla, setelah gak menang GA aku kirimkan ke Hasfa. Kukira ga masuk, soalnya aku baru kenal Hasfa Agustus (kalo seingetku, pas antologiku pertama terbit). Sementara yang diminta Hasfa adalah yang sudah menulis resolusi di awal tahun, dan ingin tahu progressnya. Kukira namaku ga masuk. ternyata masuk. Hihii.. hadiah akhir tahun yang indah.^^

Makasih, mba Dian Nafi, owner Hasfa Publisher. Terimakasih telah mewujudkan sekian banyak mimpiku, dan juga mimpi teman-teman yang lain. Senang bisa sebuku dengan kalian. May Allah bless with us. *big hug* ^_^

Seperti kepak sayap burung di langit, biarkan impian itu membentang indah. Dan gapai lebih tinggi lagi! Terbanglah!  

=====
Segera Terbit!
Judul : NYALA- When The Dreams Come True
Penerbit : Hasfa Publisher

Daftar Isi : 

Proyek Sehat- Dewayanie- 3
Si Anak Bongsor-Ade Anita-8
Perlahan mimpiku terwujud- Ragil Kuning -18
Alhamdulillah, Resolusi Tesisku Berhasil- Arif Zunaidi Riu Aj-22
Sekelebat Asa- Fransiska S. Manginsela- 27
Tiga Keinginan Tercoret Dari Daftar- Desi Sachiko -31
Jatuh Bangun Mengejarmu-April May My – 37
The Miracle of Hope- Endang SSN – 41
Ada Ranting Dan Daun- Wulan Wahyuning Ratri-47
Untukmu, Aku Menulis Kembali- Ila Rizky Nidiana-52
Karena Aku Menulis Dengan Cinta-Tri Hastuti- 59
Raih Bintangmu: Sekarang Atau Tidak Selamanya- Mega Anindyawati-64
Menerbitkan Sebuah Buku-Nenny Makmun- 68
Nyala- Dian Nafi-73

YOU WILL SEE IT WHEN YOU BELIEVE IT!


Senin, 02 Januari 2012

Next Destination

Bersiap menjelajah negeri lewat aksara yang terangkai. :)
Next destination :
~padang-bogor-aceh-tegal-semarang-madura-sentani-bali-korea-hongkong~

Kebagian jatah nulis tanggal 26 Januari—1 Februari 2012 :D
Asiikk, jadi bisa nulis J50K dulu, hihi...
 
Link data-data tentang budaya Tegal: 


http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Tegal
http://tegalkota.go.id/
http://www.pbase.com/archiaston/guci&page=all
http://tegalcyber.org/
http://www.tegalweb.com/
http://id-id.facebook.com/pages/Tegal/47150529414
http://regional.kompas.com/read/2011/12/29/222858/Enam.Seniman.di.Kota.Tegal.Terima.Penghargaan
http://tegal.wordpress.com/category/wisata/
http://thearoengbinangproject.com/2011/02/tempat-wisata-tegal/
http://www.tegalkab.go.id/direktori.php?id=7
http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Tegal
http://www.ayojajan.com/kategori.php?tempat=Tegal
http://www.tegalkab.go.id/pariwisata.php?id=4
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2812043
http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=15&dn=20070313092902
http://www.tegalkota.go.id/index.php/berita/1-berita/506-walikota-tegal-ajak-masyarakat-cintai-budaya-tegal.html
http://sastrategal.wordpress.com/2010/11/10/mereka-reka-taman-budaya-tegal/
http://www.tegalweb.com/index.php/layouts/122-budaya-tegal
http://visi70.blogspot.com/2011/07/merawat-bahasa-dan-budaya-tegal.html
http://eksmunsa01.wordpress.com/2009/04/14/tempat-wisata-air-panas-guci-tegal-dan-makanan-khas/

020112: 21:22

Farewell


Farewell
By Ila Rizky Nidiana

Mataku masih terjaga. Membaca setumpuk tugas kantor di sisa akhir pekan. Rasanya seperti harus menempuh ribuan jam lagi untuk menyelesaikannya. Hufft! Bukan pertama kalinya aku lembur. Hanya saja, aku harus menyelesaikan ini secepatnya. Aku menutup tab halaman emailku dan segera berkemas mengedit naskah-naskah yang masuk ke meja redaksi. Juga naskah yang ada di hadapanku kini.  

Belum genap setengah naskah kuedit, adzan bergema di mushala kantor. Kulirik jam di tanganku yang sudah menunjuk angka enam. Merdu suara muadzin membahana membelah langit petang ini. Aku pun menutup halaman naskah dan berjalan ke arah mushala. 

 Percikan air wudhu membasuh wajahku, kakiku, tanganku, menghilangkan penatku sejenak. Rasanya seperti diguyur mata air pegunungan tempatku tinggal di daerah Bumijawa. Dingin sekali. Menyejukkan. Seperti oase ditengah gersangnya padang pasir, air ini mampu membuatku tersenyum lega. Wudhuku pun usai. Aku masuk ke mushala sembari melihat siapa saja yang masih ada di sana. 

Hanya tersisa satu orang lelaki di mushala ini. Karyawan yang lain sudah libur sejak kemarin sore. Kujabat tangan lelaki itu. Lalu memintanya menjadi imam shalatku. Tiga rakaat magrib tertunaikan sempurna. Kami pun berbincang banyak hal. Aku takjub dengan pelafalan bacaan shalatnya. Bacaannya bagus. Tak melulu tiga surat terakhir. Sosok yang dapat bertemu ketika maghrib mengisi penjuru. Meski ia hanya seorang office boy, kehadirannya selalu ditunggu di mushala kantor ini. 

***

Sudah sampai mana? Iya sudah sampai mana perjalananku sekarang? Rasanya seperti berjalan di hamparan perkebunan teh, tapi aku tersesat menemukan arah lajuku. Bimbang masih juga meraja. Terlebih perasaan ragu itu masih juga menumpuk di hatiku. Tsabit qalbi, ya Rabb

Menentukan hati bukanlah perkara mudah. Letih menanti seorang bidadari datang dalam hidupku. Ya, sesekali pertanyaan itu muncul lagi. Barangkali pedih ini letih juga, ia setia menjalani perannya tanpa ada yang mau bergantian.

“Jangan tunda menikah hanya karena masalah keuangan. Percayalah, Mas Amar. Keuangan adalah masalah terakhir yang perlu dirisaukan dalam menikah.” Nasihat Mas Yuda, Office Boy menggema di telingaku. Rasanya aku kehilangan tempat bermuara, tapi saat aku mendengar nasihatnya, hati ini bergemuruh. Seperti nasihat yang selama ini sangat aku rindukan. 

“Pilihlah pasangan hidupmu, insya Allah pilihan hidup yang lain, karir, bisnis dan hal-hal lain akan lebih mudah setelah itu, Mas. Percayalah padaku.” Ucapnya sembari menjabat tanganku dan pamit berlalu meninggalkanku yang masih termangu di sudut mushala ini. 

***

Otak bekerja lebih baik kalau perut kosong. Dan aku percaya itu. Diselingi makanan banyak justru membuat kantuk sering singgah sedari tadi. Dan akhir tahun ini aku masih sibuk di kantor, entah selesai jam berapa. Tubuhku sudah lelah, tapi kerjaan lemburan masih menumpuk. 

“Bertahanlah, berjuanglah sampai penghabisan. Sampai tak lagi sisa!” Yeah! Akhirnya aku selesai mengedit satu naskah yang masuk di meja redaksiku. Rasanya senang sekali. Halaman-halaman yang berjejalan di layar komputerku seakan melambai mengajakku meninggalkan hari ini dengan sempurna. Satu tugasku selesai. Dan saatnya meninggalkan kantor. 

“Jam 01.10. Alhamdulillaah sampai rumah juga. Incredible end of the year.” 

Desember mengantarkanku ke penghujung rindu. Rasa haru, bersyukur, sepenuhnya mampir dalam hati dan menembus rasa takjub pada Rabb-ku. Syukur yang menjelma mengurai serat-serat rindu itu makin rapi. 

***

"Membohongi diri seperti apa pun, gak akan bisa menipu mata, Mas Amar....” Suara adikku Nita di ujung telepon bergema. Dia mengajakku berbicara dari hati ke hati. Hujan turun perlahan di subuh pagi ini. Langit masih memamerkan warna kelabunya. Serat-serat abu yang membuatku bersyukur. Pagi ini aku bisa merasakan hujan.  Sesekali titisan air hujan membasah memercik di wajahku. 

“Maksudmu, Nit?” ucapku kaget. 

“Bahagia itu sederhana, ketika dia yang kamu rindu, merindukanmu juga. Kamu rindu Mbak Anung kan, Mas? Bicaralah pada ayahnya segera. Perempuan tak akan bisa menunggu selama itu…”

“Kamu membuatku bimbang, Nit. Aku menunggu waktu yang tepat. Aku ingin, tapi harus bersabar. Banyak yang harus kulakukan di sini. Di kota ini.” Aku menengadah pada langit. Hujan mengajakku menanyakan rindu itu. Memintalnya menjadi resah. 
***
Aku menatap mata Anung dalam-dalam. Kami berbincang di sudut caffe. Membahas rindu yang serupa rumpun rimbun bunga-bunga selalu singgah ke hatiku.  

“Kepercayaan adalah jalan terdekat yang menghubungkan dua hati. Cinta adalah ketika dua hati itu ada di satu tempat. Apakah kamu masih meragukan rinduku, Anung?” Aku menarik tubuhku perlahan bersandar pada kursiku. Lalu, menyeruput kopi di hadapanku. Tatapan mata Anung membiusku. Aku tahu. Dia sedang menunggu jawaban yang tepat untuk masalah kami. 

“Menikah juga wajib. Bagi yang sudah mampu. Maka mampukanlah dirimu, Mas… Menikah adalah juga lembaga pendidikan diri yang luar biasa. Pendidikan terindah bagi kita.” Anung gelisah. Berkali-kali tatapannya mengarah ke luar caffe. 

“Aku tahu. Aku akan berusaha menggapai rindu itu agar tergenapi sempurna. Tak adakah waktu untukku mempertimbangkannya?” Ucapku pilu. 

“Aku sedang merautkan dua belas pensil kelirku. Aku rindu senyummu menjadi gambar pertamaku. Yang tetap memberi nilai sempurna pada tiap kekuranganku. Maka ijinkan aku berkaca sejenak, Anung. Agar aku bisa membuat gambar pertamaku menjadi sempurna.”

Anung terdiam. Dilihatnya wajah Amar. Lelakinya yang tergenapi. Tapi rindu harus bermuara. Andai dia bisa memilih. Sayangnya Ayahnya telah menentukan lajunya. 

“Aku harus menikah, Mas. Ada seorang yang menungguku. Dia datang pada Ayah. Dan jika kau tak juga datang ke rumah, aku akan segera dipinangnya.”

Anung menunduk dalam-dalam. Rasanya hatinya sudah hancur sejak tadi. Hanya sendu yang melintas di wajahnya. Dan tangisnya pecah. Sesak di dadanya tak juga mampu dibendung. Aku menunduk pasrah. Aku. Ya…aku kalah dengan egoku sendiri. Aku kalah.

Sejauh mana aku sudah berjalan? Sangat jauh. Ke masa lalu. Ke masa depan.  Rasanya seperti ada mesin waktu yang mengajakku singgah dari zaman ke zaman. Sesaat aku ingin berlari dan terbang menghapus semua salahku. Sayangnya itu tak ada di dunia nyata.(*)

***
02012012, 10:45