Quote of the day

Dan di langit terdapat(sebab-sebab) rezekimu dan terdapat(pula) apa yang dijanjikan kepadamu. Maka demi Tuhan langit dan Bumi, sesunggguhnya yang dijanjikan itu adalah benar-benar(akan terjadi) seperti perkataan yang kamu ucapkan. (Q. S. Adz dzariyat: 22-23).

Hibah Sejuta Buku Ala Blogger Fase #3

Minggu, 22 Januari 2012

Euforia Sastra Instan

Bismillah...

Lagi pengen cuap-cuap sedikit, semoga bisa melegakan hati. ;p 
Dari kemarin ribut bahas ini sama temen. hihi... 

Pertama kali ikutan antologi, tujuan awal bukanlah untuk mencari nominal rupiah. bukan. sama sekali bukan. tapi alasannya adalah: saya sedang belajar menulis lagi,setelah 2 tahun vakum nulis di blog. 

simpel sebenarnya, untuk alasan ini, saya harus belajar nulis lagi mulai dari nol. 
bagaimana memulai menulis pembuka sebuah tulisan, bagaimana bisa bercerita dengan nyaman tanpa merasa ada stalker di luar yang diam-diam mematai gerak gerik saya, dan bagaimana-bagaimana yang lainnya. :))

Bagaimana untuk tahu kualitas tulisanku sudah kembali seperti semula? atau bahkan lebih baik lagi kualitasnya? tentu harus  ada indikator keberhasilan. yaitu : lolos antologi/lomba/GA(misal). nah, indikator inilah yang membuat saya bersemangat nulis. jadi tahu kan kualitasnya? jadi bukan nominal yang dicari. kalo mau kaya, ya dagang. bukan nulis. :p itu sudah pakem dari jaman dulu deh kayaknya :))

Lalu ketika sekarang ramai sekali antologi-antologi bertebaran dimana-mana, saya jadi makin tahu kualitas saya bagaimana. :D 
Mungkin masih mentok di situ saja, ga naik-naik levelnya. 
Entah, hihi... Soalnya kemarin-kemarin ikutan lomba yang pesertanya sampai 300-400 orang, ga nyangkut-nyangkut :p (emang layangan?)

Euforia Sastra sedang membanjiri ranah sastra sekarang. Keren ya, banyak orang berlomba-lomba untuk giat menulis. Saya membayangkan kalau ini terjadi sampai ke taraf yang lebih intens lagi. Saat itulah, makin banyak lomba makin banyak bibit penulis baru yang bermunculan.

Tak percaya? Lihat statistika ini :
  1. Lomba FTS curcol 110 diambil 15 saja 
  2. Lomba cerpen akhir tahun peserta 1240 orang diambil 3 besar (ini fantastis!)
  3. Lomba FTS matematika  peserta 294 orang diambil 53 orang
  4. Lomba cerpen romantis peserta 261 orang diambil 30 orang
  5. Lomba kebaikan yang menginspirasi 160 an orang diambil 30 orang
  6. Lomba bentang 400 an naskah yg masuk diambil 10 saja 
  7. event dearmama naskah yang masuk 450 an jadi 9 buku (wow! mantap!)
Dan event-event lainnya.:D 

Sampai saya kadang puyeng juga liat nama bertebaran di sana. haha... pusing O_o

Yang pasti, semakin banyak lomba, semakin bergairah sastra kita. Meski ada kawan di kanal K.com yang menyindir kalau ini sastra instan. hei, tak apa kan? namanya juga belajar. :P 

Eh, kalau ini beneran kejadian, sastra tak lagi semenakutkan yang saya bayangkan dulu. Bahwa sastra harus mengikuti pakem-pakem yang ada. Iya, memang. Tapi , kan bisa belajar pelan-pelan ya? yang penting ada niat dulu untuk nulis. Proses selanjutnya, silahkan belajar lebih banyak untuk meningkatkan kualitas. ;D

Semoga sastra-sastra yang katanya instan itu bisa mewarnai negeri ini ,juga bisa menjadi langkah awal  agar sastra lebih membumi di masyarakat. Juga semoga pemandangan orang membaca buku di bus atau kreta bukanlah pemandangan asing lagi. Bukankah penulis juga butuh membaca untuk menambah kosakatanya? Ya begitulah... :D

210112, 23:11


7 cuap-cuap:

  1. aku cukup baca aja deh saat ini, gak bisa menulis

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo mba lidya, kapan-kapan nulis antologi juga, hehe :D

      Hapus
  2. Semnngatt!!! ^_^
    terus menulis dan menulis,..
    karena dengan menulis kita dapat berbagi dan menambah wwsan,. ^_^
    keep hamasah!! ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. sipp sipp, smangat juga. hehe ^^
      ayo ikut nulis buku, Rio :D

      Hapus
  3. ini kebangkitan sastra Ila..:)
    terus semangat..dengan banyak kompetisi, jadi ikutan termotivasi hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, mba Ketty. Terbukti membuat puisi pun tak semenakutkan yang kubayangkan dulu. :D

      Jadi belajarnya sambil praktek. hehe

      Hapus
  4. Gak usah pikir panjang untuk bersastra. Terus saja menulis! :)

    BalasHapus

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^